Di bawah lampion kuning

Di bawah lampion-lampion kuning. Tawamu bahagia di atas pilu. Isi perutmu telah teraduk rata di usus. Bergolak lama dan panjang seperti kisah yang kaututurkan. Malam ini malam Senin. Kau mengeluh untuk kesekian kali. Tawamu bahagia.

150920/ag

Advertisements

Rehat

Rehat

Matahari cerah memancar sinar
menerobos ke sela ruang terbuka
tempat orang-orang berkumpul dan bekerja

Hari ini kulihat dirimu
lelah
dan terlelap
namun wajahmu tetap anggun
dalam pesona tersendiri

Rangkaian kata tak cukup buat kujabarkan kau
sang peri
di tengah hari

Aku tersenyum melihat tenang wajahmu

140322
Amu