Hari kelima [NulisRandom2015]

Anjing itu mengikutiku, batinku.

Aku baru saja dari lapangan, bermain layangan. Jaraknya jauh, melewati jalan setapak penuh tumbuhan rambat di antara pagar halaman orang, sungai sempit dan dangkal yang menuju air terjun danau, lalu jalan aspal gang menuju rumahku. Anjing itu berhenti mengikuti saat aku tiba di jalan beraspal itu.

Aku tahu ada tetanggaku yang memiliki anjing sejak dulu. Aku kan melewati rumahnya setiap berangkat ke sekolah pagi-pagi. Anjingnya besar berwarna coklat-hitam. Mulanya aku takut tapi waktu aku berkunjung ke rumah tetangga itu dengan ibuku suatu kali, ternyata dia tidak menggigit.

Itu dulu, sebelum pemiliknya pindah dan meninggalkan anjingnya tak terpiara begitu saja kemarin lusa.

Beberapa hari kemudian, aku pulang ke rumah dengan kaki berdarah-darah. Digigit anjing di sawah sehabis bermain layangan. Bukan anjing yang biasa mengikutiku, tapi anjing lain penjaga sawah. Aku tidak terlalu memikirkan itu karena lukaku jauh lebih menyakitkan. Aku berdiam di rumah berhari-hari karena tak bisa berlari.

Baru seminggu kemudian aku mendengar kabar. Semua anjing tak bertuan di perumahanku rupanya dibuang ke sungai.

.

.

.

150605/amu

Advertisements

Have fun commenting.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s