Hari keempat [NulisRandom2015]

Menyerah itu mudah. Saking mudahnya sampai-sampai menakutkan.

Ketika apa yang dia mau telah berada di tangan, adakalanya dia bingung dan bertanya, “Lalu apa?”

Kemauan itu tidak serta-merta mati. Mungkin ia bersembunyi, terlupa, tertidur atau tertutupi. Dia pun tak tahu pasti.

Menilik kembali, pada masa silam, dia menemukan bahwa dirinya pantas berada di sini. Tak banyak yang menyaingi di hati. Setiap waktu tak dapat berhenti memikirkannya. Dia pikir dia akan mencintainya selamanya.

Ketika di satu titik dia mulai membencinya … masihkah ia pantas bersamanya?

Berusaha bangun.

Ia tak rela mati

tapi tak mau juga berdiri.

.

.

.

150604/amu

Advertisements

One thought on “Hari keempat [NulisRandom2015]

Have fun commenting.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s