Hari ketiga [NulisRandom2015]

Lagi-lagi, hari yang melelahkan tetapi tak membosankan. Pegal di badan, nyeri di sepanjang lengan, namun tak banyak beban di pikiran. Ini berkah. Hari yang seperti ini jarang bisa didapatkan di mana pun sepanjang yang aku tahu. Mungkin aku tak akan banyak mengalaminya lagi setelah ini.

Matahari sudah berada di barat dan angin berembus kencang. Semua orang berkelompok merapat. Kemudian, tangan-tangan mulai bekerja, hingga waktu berlalu terbang. Aku belum terlalu mengenal dia, tetapi aku memang sudah sering memperhatikan banyak orang di tempat ini. Salah satunya dia.

Dia tak memiliki hawa keberadaan yang kuat. Biasa saja malah. Hal pertama yang menarik mataku padanya adalah betapa feminin dia terlihat. Aku sudah menduga adanya hal seperti ini sejak mula, namun melihat dirinya hanya menimbulkan persepsi yang salah pada otakku. Gerak-geriknya lembut dan berhati-hati, serta cenderung menjaga kesan.

Selain itu, dia selalu berada di tengah kumpulan para lelaki.

Dan yang aku herankan adalah, bagaimana teman-temannya memperlakukan dia dengan lembut dan di situ juga ada keakraban–yang terlihat sedikit menjaga jarak–juga. (Beberapa kali juga kulihat seseorang menggendongnya seperti pengantin, dan hal lainnya).

Dari situ, dimulailah kesalahan. Sekrup otakku berputar miring. Khayalanku mengambil alih penilaian dan

aku pikir

dia gay.

.

.

.

150603/amu

Advertisements

Have fun commenting.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s