Hari kedua [NulisRandom2015]

Belum lama ini aku mengecek beberapa nama di facebook.

Bukan siapa-siapa … hanya teman–yang belum menerima permintaan teman dariku. Salah satunya: si rambut merah.

Dia tidak menyapaku sebagaimana biasanya belakangan ini.

Apa aku berbuat salah?

Maaf saja tetapi mataku otomatis tertarik pada mereka yang memiliki daya tarik estetis, atau “aesthetic appeal” seseorang menyebutnya. Mana bisa aku melewatkan gerak-gerikmu yang terlalu lembut begitu saja.

Aku tahu dia orang yang peka. Untuk kali ini, kurasa dia pikir dirinya terlalu percaya diri. Omong kosong.

Aku tidak menyukaimu, Bodoh.

Tetapi aku perlu meralat pemikiran ini dan itu semua salahmu–salahku sebagian, sebenarnya.

Ini semua bermula ketika kau membiarkanku menyentuh rambutmu.

.

.

.

150602/amu

Advertisements

Have fun commenting.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s