5 Alasan Mengapa Kamu Seharusnya Tidak Usah Menjadi Penulis Buku!

Jadi, kamu ingin menjadi penulis buku? Hanya lantaran teman-temanmu menerbitkan buku, kamu pun ingin ikut-ikutan menerbitkan bukumu sendiri? Serius? Bukankah banyak hal yang bisa kamu lakukan selain menjadi penulis? Menjadi pegawai negeri, pengusaha kelontong, pegawai kasir di supermarket waralaba, petani kakao, penceramah di tempat-tempat ibadah, penjual buku bekas, atau menjadi artis sinetron, mungkin? Kamu tidak mau? Kamu tetap ngotot ingin menjadi penulis? Baiklah. Berikut Spoila hadirkan 5 alasan mengapa kamu seharusnya tidak usah menjadi seorang penulis buku. Semoga kamu cepat sadar sebelum segalanya terlambat.

11. Menulis Buku Itu Sulit

Alasan ini harus kamu camkan baik-baik. Kamu jangan percaya begitu saja apa yang telah dikatakan Arswendo Atmowiloto, bahwa mengarang itu gampang. Tidakkah kamu tahu bahwa Ernest Hemingway harus menulis ulang di bagian akhirFarewell to Arms sebanyak 39 kali? Kenapa dia melakukan hal itu? Karena, dia ingin mendapatan kata yang tepat! Ya, kata yang tepat. Asal kamu tahu, menemukan kata yang…

View original post 685 more words

Advertisements

Have fun commenting.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s