Memetik Bintang

Title: Memetik Bintang
Pairing: Kris/IU, Slight!Kris/Jessica
Genre: Romance, slight!Angst
Rating: PG-13
Length: Drabble
Summary: Ada jawaban yang tak perlu dipertanyakan seberapapun engkau berharap.

Yifan mendorong santai pedati dan tanaman-tanaman, serta buket cantik di dalamnya melewati perumahan tempat para pembelinya tinggal. Paman Yifan merupakan pemilik toko bunga di kota kecil itu. Namun karena Paman Yifan begitu memperhatikan para pelanggannya, maka beliau meminta keponakannya itu bekerja untuknya; mengantarkan bunga-bunga pesanan ke rumah-rumah langsung dengan pedati dari jati.

Yifan berjalan melewati rumah bernomor 11. Rumah itu kecil namun terawat. Dindingnya terbuat dari batu bata dan bercat putih bersih, sama seperti rumah lain di kompleks perumahan itu. Di depan rumah terdapat petak yang cukup luas untuk dijadikan halaman. Halaman rumah nomor 11 itu asri; ditumbuhi rumput taman, bunga-bunga seruni, dan tanaman peneduh.

Ia lihat seorang wanita keluar dari pintu rumah itu. Wanita yang ayu dan segar, meski tubuhnya tak begitu tinggi, bernama Jieun.

Yifan tersenyum lembut. Dalam hati berjanji, suatu hari nanti akan membelikan rumah yang demikian untuknya.

Yifan pun melanjutkan perjalanannya mengantar pesanan.

Jauh, jauh di belakang Yifan, melewati gang-gang kecil perumahan dan dinding-dinding bercat retak, melintasi jalanan aspal hitam dan lampu-lampu merah-kuning-hijau, langit biru yang cerah tak berawan, di sebuah toko bunga keluarga yang cukup ramai, terdengar kerumunan ibu-ibu muda berbisik.

“Tahu tidak, pegawai Pak Wu yang itu gila?” kata seorang ibu yang menenteng keranjang anyaman.

“Masa?” tanya ibu yang masih memegang bon, tak percaya.

“Sungguh. Tapi Pak Wu bilang dia orang yang jujur.”

“Bagaimana dia bisa begitu?”

“Tahu tidak, si pemuda kembang Xi Luhan? Dia baru menikahi perempuan bernama Lee Jieun. Kudengar, dia mantan kekasih Yifan.”

“Lho, bukannya Yifan sudah beristri?”

Ibu yang memegang keranjang mengedikkan bahu.

Jessica, tengah membersihkan tangkai-tangkai bunga di toko tersebut, mendengar semuanya. Dan ia bersikap seolah tuli.

Dirinya tengah hamil sekarang dan pekerjaan suaminya mengantar bunga tak akan cukup menyokong kehidupan orang ketiga di rumah nanti. Jessica pun terus bekerja dan bekerja. Walau hatinya perih mengetahui—

—Yifan masih berharap memetik bintang.

Advertisements

Have fun commenting.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s