Gone [Contest Entry #2 Review]

Berikut ini salah satu entri kompetisi menulis Another Beautiful Word di AFF.

Entri nomor dua,

Gone by fjryul 

~*~

Summary

Summary-nya kedengaran biasa. Satu-satunya hal bagus dari tipe summary seperti ini tuh, isinya nggak melenceng. Bener-bener sesuai summary. Tapi summary seperti ini sudah sering kali dipakai di buku-buku terbitan dan banyak fanfic lainnya sehingga kamu butuh sesuatu yang lebih “wah” untuk fanficmu agar nggak dilewatin orang saat membacanya.

Oh ya, ngomong-ngomong summary itu harusnya diletakkan di kolom Description karena itu yang akan pertama dilihat orang dari luar. Tapi berhubung saya wajib masuk untuk menilai, saya harus masuk dan menemukan apa yang ditulis di foreword itu lebih menarik daripada di description. Yang lebih menarik sebaiknya ditaruh di description.

Alur/setting cerita

Ceritanya punya alur yang sangat jelas. Mungkin bisa dibuat lebih seru kalo hint yang diberikan nggak terlalu kentara supaya pembaca bingung-bingung sedikit dan nggak bosan mencapai ke ending.

Kerapian

Beberapa kesalahan yang saya temukan dalam fic ini:

1. Huruf kecil di awal kalimat. Gunakan huruf kapital di awal kalimat (kecuali kalau kamu punya gaya nulis pake huruf kecil semua, itu nggak papa asalkan konsisten menggunakannya).

2. Penggunaan huruf kecil untuk hari.

hari senin >> hari Senin

Penulisan nama hari yang benar menggunakan huruf kapital.

3. Penggunaan kata depan “di” dan awalan “di-”.

“Di” sebagai kata depan berguna menyatakan tempat sesuatu berada. Seperti misalnya, di depan, di belakang, di sana, di sekolah, di gedung, di luar, di mana-mana. Hal yang sama berlaku juga untuk kata depan “ke”.

Bedakan dengan “di-” sebagai awalan yang selalu diikuti dengan kata kerja. Misalnya, dibuat, diikat, diminum, digulung, dibuang.

4. Tidak ada tanda untuk mengakhir kalimat langsung.

Dalam dialog percakapan, selalu bubuhkan tanda di akhir dialog untuk mengetahui apakah kalimat itu berakhir, masih berlanjut, menggantung, atau terlihat ragu. Tanda di akhir kalimat langsung itu punya efek yang bagus, jadi jangan dilupakan.

Misalnya:

“Kau ternyata masih cerewet dan kekanakan seperti dulu”

bedakan dengan

“Kau ternyata masih cerewet dan kekanakan seperti dulu….”

“Kau ternyata masih cerewet dan kekanakan seperti dulu!”

Kelihatan kan beda suasananya?

Selain itu, saya nggak menemukan typo :)

Bahasanya mudah dimengerti (komunikatif), tidak harus baku

Selama saya membaca, rasanya enak kok, ngalir aja. Kamu menggunakan diksi yang simpel dan bisa dengan mudah dimengerti semua orang tapi, ada baiknya kalau kamu membuat variasi agar pembaca nggak bosan melihat kata yang itu-itu aja dari awal sampai akhir cerita.

Overall, bahasa kamu cukup lancar, cuma butuh latihan dan membaca lebih banyak lagi.

Orisinil

Saya yakin ini diketik dengan tangan sendiri kok. Setiap orang punya rangkaian kalimatnya sendiri. Soal ide cerita, yang seperti ini sungguh sering saya lihat. Pengolahannya pun nggak terlalu banyak permainan atau hal-hal yang membuat penasaran sehingga saya bisa dengan mudah menebak akhir cerita. Walau plotnya sederhana, tapi kamu bisa menambahkan banyak hal untuk membuatnya lebih menarik. Di sini, kamu sudah menjabarkannya dengan gamblang sejak awal, malah sepertinya Yerin yang lebih lambat tahu daripada pembaca sehingga Yerin terlihat seperti “buta” atau malah “tahu tapi menolak untuk percaya” dengan semua kalimat Baekhyun yang jelas-jelas mengarah ke kematian.

Nilai bonus

~*~

Advertisements

Have fun commenting.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s