Write-in #1 Bandung

Saya baru mengikuti write-in pertama di Bandung.
Ini kali pertama saya turut dalam acara tahunan NaNoWriMo yang bernama write-in ini.
Dalam write-in pertama bulan ini, saya menemukan bahwa menulis ramai-ramai begini asyik. Kami memulai acara mulai pukul 12 lebih-lebih sedikit, sampai sekitar pukul 4 sore, bertempat di KFC Dago, Bandung. Teman-teman menulis yang lain sudah beli makan siang, saya beli segelas mocha-float, hehe, sebagai mahasiswa yang nggak hedon, lebih baik makan di kosan atau di warteg. Murah, kenyang. Kembali ke topik, semangat yang sempat surut karena masih belum bisa meningkatkan prioritas menulis saya ke dalam jadwal akhirnya tersulut saat mengikuti acara ini. Walau hanya tembus 846 kata, masih jauh dari goal 50.000 kata, tapi lumayan lah ada kemajuan walau utang masih menumpuk.

Selain dapat kenalan baru, saya juga bertemu salah seorang kenalan yang lumayan tahu tentang grafologi. Grafologi itu seni membaca tulisan tangan manusia. Tiap-tiap tulisan tangan manusia itu ceritanya dipengaruhi alam bawah sadar dan kerja otak kita, sehingga karakter, mood dan kondisi kesehatan dapat mempengaruhi tulisan seseorang. Lalu saya mencoba menuliskan lima baris kalimat yang saya ambil dari excerpt novel saya dan memberikannya pada beliau. Setelah beberapa saat, saya pun lumayan kaget karena hasilnya benar-benar akurat, bahkan hingga ke detail-detail mood saya hari itu. Bukannya musyrik saat saya mendengar penjelasan yang kurang lebih benar mengenai kondisi saya saat itu, saya sendiri juga tahu, tapi terkadang saat orang lain yang tidak kita kenal yang mengatakannya, entah mengapa rasanya saya baru sadar diri. Yah, itu sebagian besar juga karena biasanya saya suka masuk kanan-keluar kiri dengan orang-orang dekat saya. Jadi beliau memberi beberapa saran untuk saya ke depannya (rasanya seperti konsultasi gratis ke psikiater, hehehe). Setelah itu, temen menulis saya yang lain akhirnya ikutan mencoba jasa (?) beliau juga. Hitung-hitung pengalaman lah ya?

Lalu karena baterai laptop kami mulai darurat dan nggak ada colokan ataupun orang yang bawa kabel rol, kami menyudahi acara dan tidak lupa mengambil foto di bawah ini.

nano write-in bandung

Menyenangkan sekali write-in ini, walau kita hanya menulis dan menatap nanar word count yang mengenaskan di layar laptop, tapi rasanya seperti angin segar di tengah-tengah kesibukan yang siap menenggelamkan siapa saja.

Advertisements

2 thoughts on “Write-in #1 Bandung

Have fun commenting.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s